Penyebab Nyeri Haid

Dalam siklus menstruasi terkadang ada saja periode tidak lancarnya. Bagi sebagian wanita, rasa sakit ini tidak begitu terasa hingga mereka dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Akan tetapi, bagi sebagian wanita lain dapat merasakan nyeri yang begitu hebat hingga mengganggu aktivitasnya.

Nyeri haid atau lebih dikenal dengan istilah dismenore merupakan kondisi di mana terjadi nyeri perut pada saat haid atau menstruasi. Dismenore disebut juga sebagai “kram menstruasi”. Proses terjadinya dismenore tidak terlepas dari hormon prostaglandin, leukotrien, dan vasopresin yang menjadi stimulan, meningkatkan sensitivitas dan sensasi rasa sakit pada miometrium (otot rahim).

Rasa nyeri hadi ini dapat meningkat semakin hebat disebabkan tubuh juga memproduksi prostaglandin yang memicu otot rahim terus  mengalami kontraksi lebih sering.

Prostaglandin adalah zat kimia yang diproduksi oleh tubuh seorang wanita, dan zat inilah yang menyebabkan banyak muncul gejala yang berhubungan dengan rasa sakit saat haid.

Selain itu, prostaglandin kerap memicu mual, diare, lemas, dan sakit kepala yang diikuti dengan rasa nyeri. Jika wanita memproduksi prostaglandin dalam jumlah lebih banyak akan lebih merasakan nyeri dibandingkan yang tidak banyak memproduksi prostaglandin.

Seharusnya.. rasa nyeri haid ini jangan dianggap sepele. Anda harus segera konsultasi dengan dokter apabila terjadi perdarahan berlebihan, periode menstruasi lebih lama dari biasanya, haid disertai demam, terdapat keputihan yang tidak normal, nyeri yang sering timbul secara tiba-tiba pada panggul, serta adanya tanda-tanda infeksi.

Haid Tidak Normal

Perubahan siklus haid yang tidak tetap menandakan haid Anda tidak berjalan normal. Ada banyak hal yang menyebabkannya. Bagi sebagian orang mungkin menganggap wajar, dan ada pula yang sudah dianggap sebagai tanda munculnya penyakit tertentu.

Kenali, 6 Penyebab siklus haid tidak teratur di bawah ini:

1.  Stress Beban Pikiran

Terlalu banyak beban pikiran dapat mempengaruhi hypothalamus yakni salah satu bagian otak yang mengatur hormon periode haid. Jika hypothalamus terganggu maka hormon menjadi tidak seimbang dan siklus haid pun tidak teratur. Saat stres biasanya siklus haid jadi tidak teratur. Siklusnya jadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya.

2.  Perubahan Berat Badan

Perhatikan apakah berat badan kamu dapat berubah-ubah secara drastis. Berat badan yang naik secara drastis dapat menjadi tanda adanya gangguan tiroid. Begitu pula jika berat badan turun secara drastis jika kamu melakukan diet. Pada wanita, gangguan tiroid memang sudah umum terjadi dan dapat menyebabkan perubahan siklus haid.

3.  Menyusui

Siklus menjadi tidak teratur pada wanita yang baru melahirkan dan sedang menyusui. Dalam hal ini, siklus haid yang tidak teratur tergolong normal dan wajar terjadi. Jika nanti masa menyusui sudah selesai maka siklus haid pun akan kembali teratur seperti sedia kala.

4.  Alat Kontrasepsi

Haid tidak teratur juga dialami oleh wanita yang menggunakan alat kontasepsi seperti pil KB. Jenis pil kontrasepsi dengan dosis rendah memiliki efek samping siklus haid yang tidak teratur. Namun begitu jenis kontrasepsi suntik dan spiral juga memiliki efek yang kurang lebih sama dengan pil KB.

5.  Tanda Penyakit

Kelainan rahim (ovarium polikistik) dapat menjadi salah satu penyebab siklus haid jadi tidak teratur. Ovarium polikistik disebabkan oleh adanya kista kecil dalam indung telur yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Akhirnya produksi hormon testosteron pun meningkat padahal wanita sebaiknya horman ini dalam jumlah yang sedikit. Kista ovarium polikistik menyebabkan proses pelepasan sel telur jadi tidak normal sehingga siklus haid pun jadi terpengaruh.

6. Akibat Pil kontrasepsi KB

Minum pil KB ternyata menjadi salah satu dampak penyebab haid tidak normal. Pil KB membuat tubuh harus menyesuaikan diri selama beberapa bulan sebelum terbiasa dengan dosis hormon dalam kandungan pil KB.

Cara Mengatasi Nyeri Haid dan Tidak Normal dengan Milagros

Sebagaimana diketahui, bahwa hampir semua dari penyebab berbagai penyakit sangat berhubungan dengan penumpukan limbah asam di dalam tubuh. Oleh karenanya, MILAGROS sebagai air alkali berkualitas menjadi sangat penting untuk membersihkan limbah asam ini, mengeluarkannya dari dalam tubuh. Dengan (pembersihan) ini diharapkan fungsi dari seluruh organ dapat kembali berjalan normal.

Selain kealkaliannya, perlu diingat bahwa MILAGROS juga merupakan produk yang memiliki Powerful Scalar Energy. Hal ini penting karena energy skalar dapat menstimulasikan kelenjar endokrin yang erat kaitannya dengan sinkresi dan sintesa hormone. Hal ini sangat relevan dalam mengatasi haid yang tidak teratur, khususnya yang disebabkan oleh Pil KB ataupun Olah Raga berlebih, karena masalah yang timbul dari keduanya biasanya berhubungan dengan masalah-masalah abnormali hormonal.

Beranjak pada ketidakteraturan haid karena Sindroma Ovarium Polikistik, maka kita sama-sama tahu bahwa selain alkali MILAGROS juga merupakan Anti Oksidan yang baik. Kombinasi diantara keduanya akan meminimalisir atau bahkan mengenyahkan habitat TBC (Toksin/Racun, Bakteri, Candida/Jamur). Dengan demikian, MILAGROS-pun merupakan asupan ideal untuk mengantisipasi hal ini.

Apakah Boleh Minum Milagros Saat Haid?

Dari penjelasan diatas, tentu saja boleh. Mengkonsumsi Milagros saat haid dapat menstimulasikan kelenjar endokrin yang erat kaitannya dengan sinkresi dan sintesa hormon. Cara minum Milagros saat haid sebaiknya dilakukan secara rutin sehari 3 botol. Ini sebagai upaya untuk membantu tubuh mempercepat menetralisir toksin yang mengendap. Setelah toksin berkurang diharapkan fungsi dari seluruh organ dapat kembali berjalan normal, termasuk periode menstruasi.